pameran tekstil indonesia

MAKING INDONESIA TEXTILE 4.0

Peraga Expo kembali menggelar pameran untuk Industri Tekstil dan Produk Tekstil (ITPT) terintegrasi bertaraf internasional terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara, dengan mengangkat tema: Menuju Textile Indonesia 4.0 atau Making Indonesia Textile 4.0. Tema ini merupakan penggambaran lebih lanjut tentang era digitalisasi pada Industri TPT.

Pameran ITPT 2020 ini menargetkan 900 peserta dengan menempati area seluas 32.000 meter-persegi di Hall A, B, C dan D Jakarta International Expo-Kemayoran selama empat (4) hari pada 27-30 April 2020. Pameran terdiri gabungan dari lima (5) judul, yakni: IndoIntertex-Inatex-Indodychem-Indotexprint dan Nonwovens Indonesia. Kelimanya merupakan pameran terpadu, Indo Intertex menampilkan berbagai jenis mesin dan aksesoris untuk industri tekstil dan garmen, Inatex menampilkan bahan baku serat, benang, kain, aksesoris dan produk fashion, Indo Dyechem menampilkan kimia tekstil, peralatan proses pewarnaan dan finishing, Indo Texprint menampilkan mesin-mesin cetak tekstil digital dan Nonwovens Indonesia untuk pertama kalinya akan memamerkan bahan dan produk serta  akesoris industri Nowoven.

Paul Kingsen, Project Director PeragaExpo selaku penyelenggara pameran, mengatakan, “Pameran yang telah berlangsung selama 18 tahun ini menjadi sarana bagi para stakeholder ITPT untuk berinteraksi berbagi informasi mengenai perkembangan teknologi maupun bisnis ITPT, serta mengkaji peluang berinvestasi dan kerja sama. Optimisme pertumbuhan ITPT menjadi pendorong utama diselenggarakannya pameran ITPT bertaraf internasional Indo Intertex – Inatex – Indo Dyechem – Indo Texprint dan Nonwovens Indonesia 2020”.

Dengan populasi penduduk lebih dari 250 juta orang, Industri Tekstil dan Garmen Nasional pantas menjadi “model” industri strategis bagi perekonomian Indonesia sebagaimana yang telah dicanangkan dalam Program Making Indonesia 4.0. Sektor manufaktur terbesar ketiga di Indonesia ini menjadi salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja yakni 3,6 juta orang. Ekspor tekstil pada 2018 sebesar USD 13.22 milyar Target ekspor pada 2019 sebesar USD 15 Miliar optimistis dapat dicapai. Industri tekstil di Indonesia mempunyai potensi dalam mencapai pertumbuhan yang stabil dengan iklim bisnis yang lebih baik dan lebih ramah bagi investor

Peningkatan daya saing global dalam industri garmen & tekstil menyiratkan bahwa selain berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah seperti meningkatkan kualitas SDM dengan memperbanyak sekolah vokasi khusus tekstil, memperbaiki iklim usaha dan hubungan dengan negara-negara tujuan ekspor, pihak perusahaan lokal juga harus menyikapi dengan meningkatkan kinerja permesinan yang sudah ada guna memotong biaya dan meningkatkan hasil produksi. Digitalisasi mulai banyak diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Berkaitan hal ini, Paul Kingsen menyatakan bahwa “Digitalisasi dan Networking membentuk tren masa depan sehingga para pelaku Industri Tekstil Nasional merasakan pentingnya mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam bisnis mereka”.

Pameran Indo Intertex terintegrasi ini tentunya berperan penting sebagai platform yang kredibel untuk melakukan transformasi industri tekstil dan garmen Nasional dengan memperkenalkan teknologi terbaru di dunia. Mesin & aksesoris industri yang dipamerkan memungkinkan perusahaan untuk melakukan transisi menuju Industri Tekstil 4.0 dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Target 900 perusahaan peserta dating dari 23 negara antara lain mencakup: Austria, Belgia, Perancis, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Belanda, Cina, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Vietnam, Republik Ceko, dan Pakistan.

Pameran ini juga ditargetkan akan dikunjungi sebanyak 16.000 orang pengusaha dan profesional. Bagi pengunjung dari Bandung, panitia menyediakan shuttle-bus gratis dengan rute Bandung-JIExpo Kemayoran (pp).

Selama pameran berlangsung juga akan digelar berbagai seminar dan forum diskusi tentang berbagai perkembangan bisnis, teknologi ITPT, juga direncanakan topik baru yang tentunya sangat menarik mengenai  “sustainable fashion”, menghadirkan pembicara dari dalam & luar negeri yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia-API, Asosiasi Nonwoven Indonesia-INWA, Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil-STTT Bandung dan Komunitas Printing Indonesia-KOPI Grafika. Pameran akan dimeriahkan pula dengan Tutorial Bisnis entrepreneur dari Importir.org dan lomba rancang & peragaan busana Indo Project Runway.

Indo Project Runway yang ke tiga digelar guna mengakomodasi trend fashion and clothing yang saat ini marak di masyarakat, sekaligus ajang kreativitas para fashion designer muda. Para peserta tentunya juga akan diperkenalkan dengan teknologi terbaru dari Industri TPT baik dari penggunaan mesin jahit, bahan dan teknik digitalisasi.

“Indo Project Runway diharapkan menjadi platform yang menjembatani para insan kreatif di dunia mode dan industri tekstil ” tutup Paul Kingsen.

###

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.indointertex.com atau hubungi:

PT. Peraga Expo

Springhill Office Tower Suite 12G

Jl. Benyamin Sueb Blok D6

Jakarta 14410, Indonesia

Tel: +62-21-22604789